I. Dasar Jaringan & Perangkat (Materi Kelas X)
Perangkat Hubung: * Router: Menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda segmen/network.
Switch: Menghubungkan banyak perangkat dalam satu jaringan lokal (LAN) yang sama.
Media Transmisi: * Fiber Optic: Menggunakan cahaya, paling cepat, tahan interferensi elektromagnetik, untuk jarak jauh.
Kabel UTP: Menggunakan tembaga, standar konektor RJ-45, urutan standar T568B: Putih-O, Orange, Putih-H, Biru, Putih-B, Hijau, Putih-C, Cokelat.
IP Address Dasar:
Kelas A:
1 - 126| Kelas B:128 - 191| Kelas C:192 - 223.Biner: Dasar IP adalah bilangan basis 2 (0 dan 1). Contoh: $192 = 11000000$.
Topologi Star: Menggunakan Hub/Switch sebagai pusat. Jika satu kabel client putus, jaringan lain tetap jalan (kecuali pusatnya yang rusak).
II. IP Address & Subnetting (Materi Kelas XI & XII)
Konsep CIDR (Prefix):
/24: 256 Total IP (254 Host).
/25: 128 Total IP (126 Host).
/26: 64 Total IP (62 Host).
/27: 32 Total IP (30 Host).
/29: 8 Total IP (6 Host) -> Sering digunakan untuk koneksi antar router.
/30: 4 Total IP (2 Host) -> Paling efisien untuk Point-to-Point.
Aturan Host Valid: Jumlah host selalu dikurangi 2 (Network Address dan Broadcast Address).
Formula: $2^{(32 - \text{prefix})} - 2$
Subnetting Kelas B: Memiliki 16 bit default. Jika prefix /20, maka bit yang dipinjam adalah $20 - 16 = 4$ bit. Jumlah subnet = $2^4 = 16$.
VLSM (Variable Length Subnet Mask): Teknik pembagian IP yang menyesuaikan kebutuhan host agar tidak terjadi pemborosan alamat IP.
III. Mikrotik RouterOS (Materi Kelas XI & XII)
Akses & Dasar:
Winbox: Alat remote GUI (Port default: 8291).
Safe Mode: Fitur untuk membatalkan perubahan secara otomatis jika koneksi terputus (mencegah lock out).
Konfigurasi Internet (NAT):
NAT Masquerade: Mengubah IP lokal menjadi IP publik agar client bisa akses internet.
Setting:
Chain=srcnat,Out-interface=ether-internet,Action=masquerade.
Firewall & Keamanan:
Input: Paket menuju Router | Forward: Paket melewati Router | Output: Paket keluar dari Router.
Drop: Menolak paket tanpa pesan | Reject: Menolak paket dengan pesan balasan.
Layer 7 Protocol: Digunakan untuk blokir situs berdasarkan kata kunci (Regex), efektif untuk situs HTTPS.
Manajemen Bandwidth:
Simple Queue: Cara termudah limit bandwidth per IP atau per interface.
Limit-at: Garansi bandwidth minimal | Max-limit: Bandwidth maksimal yang bisa didapat.
VPN & Tunnel: PPTP/L2TP digunakan untuk menghubungkan dua kantor cabang melalui jalur publik (internet) secara aman.
IV. DNS Server Debian (Materi Kelas XII)
Aplikasi Utama: Bind9 (Berkeley Internet Name Domain).
File Konfigurasi Penting:
/etc/bind/named.conf.local: Tempat mendaftarkan nama domain (zone)./etc/resolv.conf: Tempat client/server menentukan IP DNS yang digunakan (Resolver).db.forward: Memetakan Nama Domain $\rightarrow$ IP Address (menggunakan A Record).db.reverse: Memetakan IP Address $\rightarrow$ Nama Domain (menggunakan PTR Record).
Tanda Titik (.) pada Bind9: Di akhir penulisan domain (misal:
ns1.sekolah.sch.id.) wajib diberi titik untuk menandakan FQDN (Fully Qualified Domain Name).Pengujian: *
nslookup [domain]ataudig [domain].SERVFAILbiasanya terjadi karena kesalahan penulisan sintaks atau tanda titik/koma yang kurang pada file database.
Port: DNS berjalan pada Port 53.