smkbp-rangkuman materi persiapan psaj tahun 2025/2026

I. Dasar Jaringan & Perangkat (Materi Kelas X)

  • Perangkat Hubung: * Router: Menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda segmen/network.

    • Switch: Menghubungkan banyak perangkat dalam satu jaringan lokal (LAN) yang sama.

  • Media Transmisi: * Fiber Optic: Menggunakan cahaya, paling cepat, tahan interferensi elektromagnetik, untuk jarak jauh.

    • Kabel UTP: Menggunakan tembaga, standar konektor RJ-45, urutan standar T568B: Putih-O, Orange, Putih-H, Biru, Putih-B, Hijau, Putih-C, Cokelat.

  • IP Address Dasar:

    • Kelas A: 1 - 126 | Kelas B: 128 - 191 | Kelas C: 192 - 223.

    • Biner: Dasar IP adalah bilangan basis 2 (0 dan 1). Contoh: $192 = 11000000$.

  • Topologi Star: Menggunakan Hub/Switch sebagai pusat. Jika satu kabel client putus, jaringan lain tetap jalan (kecuali pusatnya yang rusak).


II. IP Address & Subnetting (Materi Kelas XI & XII)

  • Konsep CIDR (Prefix):

    • /24: 256 Total IP (254 Host).

    • /25: 128 Total IP (126 Host).

    • /26: 64 Total IP (62 Host).

    • /27: 32 Total IP (30 Host).

    • /29: 8 Total IP (6 Host) -> Sering digunakan untuk koneksi antar router.

    • /30: 4 Total IP (2 Host) -> Paling efisien untuk Point-to-Point.

  • Aturan Host Valid: Jumlah host selalu dikurangi 2 (Network Address dan Broadcast Address).

    • Formula: $2^{(32 - \text{prefix})} - 2$

  • Subnetting Kelas B: Memiliki 16 bit default. Jika prefix /20, maka bit yang dipinjam adalah $20 - 16 = 4$ bit. Jumlah subnet = $2^4 = 16$.

  • VLSM (Variable Length Subnet Mask): Teknik pembagian IP yang menyesuaikan kebutuhan host agar tidak terjadi pemborosan alamat IP.


III. Mikrotik RouterOS (Materi Kelas XI & XII)

  • Akses & Dasar:

    • Winbox: Alat remote GUI (Port default: 8291).

    • Safe Mode: Fitur untuk membatalkan perubahan secara otomatis jika koneksi terputus (mencegah lock out).

  • Konfigurasi Internet (NAT):

    • NAT Masquerade: Mengubah IP lokal menjadi IP publik agar client bisa akses internet.

    • Setting: Chain=srcnat, Out-interface=ether-internet, Action=masquerade.

  • Firewall & Keamanan:

    • Input: Paket menuju Router | Forward: Paket melewati Router | Output: Paket keluar dari Router.

    • Drop: Menolak paket tanpa pesan | Reject: Menolak paket dengan pesan balasan.

    • Layer 7 Protocol: Digunakan untuk blokir situs berdasarkan kata kunci (Regex), efektif untuk situs HTTPS.

  • Manajemen Bandwidth:

    • Simple Queue: Cara termudah limit bandwidth per IP atau per interface.

    • Limit-at: Garansi bandwidth minimal | Max-limit: Bandwidth maksimal yang bisa didapat.

  • VPN & Tunnel: PPTP/L2TP digunakan untuk menghubungkan dua kantor cabang melalui jalur publik (internet) secara aman.


IV. DNS Server Debian (Materi Kelas XII)

  • Aplikasi Utama: Bind9 (Berkeley Internet Name Domain).

  • File Konfigurasi Penting:

    • /etc/bind/named.conf.local: Tempat mendaftarkan nama domain (zone).

    • /etc/resolv.conf: Tempat client/server menentukan IP DNS yang digunakan (Resolver).

    • db.forward: Memetakan Nama Domain $\rightarrow$ IP Address (menggunakan A Record).

    • db.reverse: Memetakan IP Address $\rightarrow$ Nama Domain (menggunakan PTR Record).

  • Tanda Titik (.) pada Bind9: Di akhir penulisan domain (misal: ns1.sekolah.sch.id.) wajib diberi titik untuk menandakan FQDN (Fully Qualified Domain Name).

  • Pengujian: * nslookup [domain] atau dig [domain].

    • SERVFAIL biasanya terjadi karena kesalahan penulisan sintaks atau tanda titik/koma yang kurang pada file database.

  • Port: DNS berjalan pada Port 53.



Post a Comment

Previous Post Next Post