Bahan Bacaan Routing XI TKJ

📘 1. Pengertian Routing

Routing adalah proses menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lain melalui perangkat router.


📗 2. Routing Statis (Static Routing)

🔹 Pengertian

Routing statis adalah metode routing di mana administrator jaringan menentukan jalur secara manual pada router.

🔹 Ciri-ciri

  • Dikonfigurasi manual oleh admin
  • Tidak berubah kecuali diubah manual
  • Cocok untuk jaringan kecil
  • Lebih ringan (tidak butuh banyak resource)

🔹 Kelebihan

  • Sederhana dan mudah dikontrol
  • Tidak membebani CPU router
  • Lebih aman (tidak ada update otomatis)

🔹 Kekurangan

  • Tidak fleksibel jika jaringan berubah
  • Kurang cocok untuk jaringan besar

🔧 Contoh Topologi

PC1 --- Router1 --- Router2 --- PC2

Router1: 192.168.1.1/24 10.10.10.1/30
Router2: 10.10.10.2/30 192.168.2.1/24

⚙️ Konfigurasi Routing Statis

▶️ Router1

enable
configure terminal
ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.10.10.2
exit

▶️ Router2

enable
configure terminal
ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1
exit

📌 Penjelasan

Format perintah:

ip route [network tujuan] [subnet mask] [next hop]

📘 3. Routing Dinamis (Dynamic Routing)

🔹 Pengertian

Routing dinamis adalah metode routing di mana router dapat bertukar informasi jaringan secara otomatis menggunakan protokol routing.

🔹 Ciri-ciri

  • Menggunakan protokol routing
  • Otomatis menyesuaikan jika ada perubahan jaringan
  • Cocok untuk jaringan besar

🔹 Jenis Protokol Routing

  • RIP (Routing Information Protocol)
  • OSPF (Open Shortest Path First)
  • EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

📗 4. Contoh Routing Dinamis


🔧 A. RIP (Routing Information Protocol)

🔹 Karakteristik

  • Menggunakan hop count
  • Maksimal 15 hop
  • Mudah dikonfigurasi

▶️ Konfigurasi Router1

enable
configure terminal
router rip
version 2
network 192.168.1.0
network 10.10.10.0
no auto-summary
exit

▶️ Konfigurasi Router2

enable
configure terminal
router rip
version 2
network 192.168.2.0
network 10.10.10.0
no auto-summary
exit

🔧 B. OSPF (Open Shortest Path First)

🔹 Karakteristik

  • Menggunakan cost (berdasarkan bandwidth)
  • Lebih cepat dan efisien
  • Cocok untuk jaringan besar

▶️ Router1

enable
configure terminal
router ospf 1
network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 0
exit

▶️ Router2

enable
configure terminal
router ospf 1
network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 0
exit

🔧 C. EIGRP

🔹 Karakteristik

  • Hybrid (distance vector + link state)
  • Cepat dalam konvergensi
  • Khusus Cisco

▶️ Router1

enable
configure terminal
router eigrp 100
network 192.168.1.0
network 10.10.10.0
no auto-summary
exit

▶️ Router2

enable
configure terminal
router eigrp 100
network 192.168.2.0
network 10.10.10.0
no auto-summary
exit

📊 5. Perbandingan Routing Statis vs Dinamis

AspekRouting StatisRouting Dinamis
KonfigurasiManualOtomatis
SkalabilitasKecilBesar
PerubahanTidak adaptifAdaptif
ResourceRinganLebih berat
KeamananLebih amanLebih kompleks

📌 6. Perintah Verifikasi (Penting!)

Gunakan perintah berikut untuk mengecek konfigurasi:

show ip route
show ip protocols
ping [ip tujuan]

🎯 Kesimpulan

  • Routing statis cocok untuk jaringan kecil dan stabil
  • Routing dinamis cocok untuk jaringan besar dan kompleks
  • Pemilihan metode tergantung kebutuhan jaringan


Post a Comment

Previous Post Next Post